Memilih Pangan Aman dan Bergizi bagi Generasi Muda

Dalam rangka mewujudkan keamanan pangan bagi generasi muda, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Seminar Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Keamanan Pangan bagi Generasi Muda di Hotel Crystal Lotus Sleman pada Rabu (29/09/2021).

Weni Kurdanti, narasumber dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, menyampaikan bahwa diperlukan adanya persiapan kualitas generasi muda bagi kemajuan Indonesia.

“Generasi ini adalah generasi  yang harus dipersiapkan kualitas nya untuk menyambut Indonesia emas 25 tahun mendatang dengan perencanaan yang matang baik untuk pendidikan, kesehatan maupun ketrampilannya,” imbuh Weni Kurdanti.

Menurut hasil sensus penduduk 2020 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia pada September 2020 adalah 270,20 juta jiwa, dengan komposisi penduduk didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z dengan jumlah masing-masing yaitu 25,87 persen dan 27,94 persen.

Dari data tersebut, dapat diartikan bahwa keberadaan generasi milenial dan generasi Z memegang peranan penting dan memberikan pengaruh pada perkembangan Indonesia saat ini dan masa yang akan datang.

Menurut penelitian, lanjut Weni, generasi milenial dan generasi Z adalah generasi yang sangat akrab dengan teknologi informasi. Banyak kemudahan didapatkan dari media online, market place, media sosial, media elektronik (televisi), media cetak, maupun iklan di pinggir jalan.

Hal tersebut, menurut Weni, sangat berpengaruh terhadap pola belanja terutama aneka makanan baik yang siap saji maupun produk makanan olahan.

Beragam promosi penyajian, harga yang terjangkau, dan tempat yang nyaman kadang membuat mereka tidak menyadari bahwa makanan yang dikonsumsi memiliki kalori, kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi namun rendah serat yang akan mengganggu kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, darah tinggi, obesitas, hingga malnutrisi.

Untuk itu, generasi muda perlu dibekali dengan pengetahuan dan informasi yang memadai akan keamanan pangan yang beredar di masyarakat serta informasi nilai dan kandungan gizi pada pangan yang dikonsumsi.

“Untuk keamanan pangan dalam kemasan pilihlah produk pangan dengan terlebih dahulu melakukan cek KLIK (kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa). Periksa apakah kemasan masih utuh atau tidak rusak, perhatikan labelnya apakah produk memiliki kandungan yang aman dan tidak berbahaya, pastikan produk memiliki ijin edar dari BPOM, terakhir cek tanggal kedaluwarsanya,” papar Weni.

Selain itu, Weni menambahkan, perlu diperhatikan kandungan gizi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi karena akan menentukan status kesehatan seseorang.

“Makan tidak asal kenyang, tetapi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kesehatan tubuh,” kata Weni.

Karenanya, Weni mengatakan bahwa perlu diketahui tentang konsep “Piring Makanku” yang merupakan contoh penyajian dalam sekali makan.

Konsep tersebut menganjurkan adanya karbohidrat, protein, lemak, dan mineral seimbang dalam satu porsi makanan atau disebut gizi seimbang. Dalam satu porsi sajian, sayur, dan buah adalah separuh bagian piring dan separuh bagian piring lainnya dapat diisi dengan karbohidrat dan protein.

Selain makan dengan gizi seimbang, diharapkan para generasi muda juga melakukan kegiatan fisik minimal 30 menit per hari.

Di hadapan para generasi muda Kabupaten Sleman yang terdiri dari perwakilan berbagai organisasi, Weni menyampaikan bahwa masa remaja adalah masa pertumbuhan yang membutuhkan pangan bergizi untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Terakhir, ia berharap bahwa generasi muda dapat menjadi bagian dari upaya untuk menyampaikan pesan keamanan pangan baik kepada sesama teman, keluarga maupun lingkungan masyarakatnya. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*