Panitia Pemilihan Lurah Donoharjo tahun 2021 telah menetapkan nomor urut calur dengan melakukan pengundian di Balai Kalurahan Donoharjo pada Senin (11/10/2021).
Hasil dari pengundian Calur tersebut adalah Nurgiyatno mendapatkan nomor urut 1, Hadi Rintoko pada nomor 2, dan Sigit Sukarno pada nomor 3.
Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya para Calon Lurah Donoharjo beserta pendukungnya, Muspika Ngaglik, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan Donoharjo, Panpilur, dan tamu undangan lainnya.
Agung Indarto, Panewu Anom Ngaglik, menyampaikan apresiasinya terhadap Panpilur Donoharjo yang telah melaksanakan tahapan Pilur hingga saat sekarang ini melakukan pengundian nomor urut calon lurah.
“Mulai hari ini calon lurah seara resmi telah memiliki nomor urut. Namun yang perlu diingat bahwa kampanye baru boleh dilakukan pada tanggal 25 hingga 27 Oktober 2021. Artinya, para calur dan pendukungnya harus menahan diri selama kurang lebih 2 minggu sampai saat kampanye yang ditetapkan panitia telah tiba,” ujar Agung.
Selanjutnya, Agung juga mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan selama melakukan kampanye mendatang mengingat kondisi pandemi COVID-19. Ia berpesan agar jangan sampai timbul klaster baru saat proses pemilihan lurah.
Setelah Pengundian nomor urut, para calon lurah menandatangani Deklarasi Damai sebagai janji untuk sepakat dan bersama-sama mematuhi melaksanakan setiap tahapan dengan damai, sopan dan bertanggung jawab, siap menang dan siap kalah dan menerima hasil pilihan lurah dengan legawa, tidak melanggar aturan dan selalu menjunjung tinggi etika dan moralitas termasuk tidak melakukan money politics dan black campaign, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mendukung lurah terpilih untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Donoharjo.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pemilihan Lurah Donoharjo, Suyadi, menyampaikan bahwa masih ada beberapa agenda sebelum pemungutan suara untuk calon lurah, di antaranya kampanye dan masa tenang selama 3 hari sebelum pemungutan suara.
“Baik pada masa tersebut ataupun masa sesudahnya para calur harus mampu menjaga Donoharjo tetap tenang, damai, aman dan kondusif sesuai jargon pilur Donoharjo bahwa sapa wae lurah pilihanku sliramu tetep sedulurku,” pungkasnya. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)
Be the first to comment